Dear Allah...
Ya Rabb ku, ijinkan aku bercerita sebagian dari skenario indah Mu yg sebagian telah aku lewati, dan ijinkan aku mengenangnya dalam bentuk tulisan ini, maaf jika aku kurang bersyukur dan belum menjadi hamba Mu yg sepenuhnya mengucap syukur...
Pada tanggal 16 Agustus 1992 terimakasih telah mengijinkan aku lahir ke dunia ini dengan fisik yg sempurna, dari rahim seorang wanita hebat yg mana sekarang ku panggil beliau dengan sebutan "mimih" dan seorang ayah yg aku akui saja beliau bersikap otoriter dan keras hingga masa kecilku mungkin menurutku kurang menyenangkan walaupun dibalik itu semua memang aku adalah anak yg sangat dimanjakan karena aku memang berbeda dr teman2 ku yg lain, yaa ayahku bersikap seperti itu karena beliau tidak mau anaknya yg lemah dan penyakitan ini merasa kelelahan karena bermain, maka dari itu kegiatanku selain ke sekolah, mengaji, les diluar dr itu tugasku dirumah yaitu hanya belajar, belajar dan belajar, agar menjadi orang pintar, tidak banyak mengeluarkan tenaga, namun banyak menguras fikiran, aku baru paham sekarang setelah aku dewasa kenapa ayahku bersikap seperti itu..
Dunia memang berputar, di usia remaja sejak ayahku mengalami kebangkrutan dan dililit hutang, aku yg si anak penyakitan harus tetap berobat, jaman dulu belum ada yg namanya bpjs seperti sekarang, orang kaya atau miskin kalau mau sembuh ya harus bayar, mengalami lumpuh dan tidak bisa berjalan, keluar masuk RS tentunya membutuhkan banyak biaya, TBC yg kenyataannya penyakit ini tidak bisa disepelekan, rasanya dulu aku berfikir allah ini cobaan terlalu berat...
Alhamdulillah walaupun terlilit hutang kedua orang tuaku selalu mengusahakan aku untuk bisa berobat dan sekolah, disela-sela kuliah Aku beranikan diri untuk minta ijin pada orang tua untuk bekerja, dan menambah uang saku, dari sebuah toko baju yg mana sehari hanya di gaji 15ribu selama 18jam, walaupun orang tuaku sempat melarang tapi aku tetap berangkat, mungkin gen sifat keras ayahku mulai tampak pada ku saat aku usia remaja, pengalaman pertama bekerja badan ku belum terbiasa merasakan lelah, kerja berat, berdiri lama, hingga di toko aku sering pusing hingga mimisan, tp sekedar mimisan aku bisa tahan, bertahan untuk dapat uang 15 perhari...
Di usia remaja terimakasih atas pengalaman-pengalaman yg banyak mengajarkan aku tentang perjuangan melawan penyakit yang alhamdulillah wasyukurillah berkat pertolongan Mu ya Allah aku sembuh, mengajarkan sabar, merasakan jatuh cinta hingga patah hati setengah mati, mengenalkan aku pada orang-orang yg hingga saat ini umurku sudah memasuki usia dewasa mereka masih selalu ada disampingku..
Terimakasih Ya Allah..
Sekarang di usiaku yg akan menginjak 24 tahun, dimana usiaku sudah memasuki dewasa.. Alhamdulillah banyak sekali nikmat Mu yg luar biasa ya Allah.. Terimakasih...
Terimakasih telah melancarkan rezeki orang tuaku sehingga beliau sudah menyelesaikan hutang piutang, terimakasih telah mengijinkan aku menjadi anak perempuan yg sudah tidak tergantung lagi pada orang tua, terimakasih sudah memberi kesempatan untuk melanjutkan hidup, melanjutkan sekolah dan menambah ilmu, mudah mudahan jadi orang yg bermanfaat bagi sesama, sudah menjadikan aku seorang anak perempuan yg tegar.. Terimakasih ya allah... Walaupun dibalik itu semua banyak sekali fitnah, banyak sekali omongan2 yg menyakitkan hati, banyak sekali perlakuan yg menyebabkan mata ini menangis dan hati hendak menyerah karena cibiran yg menyakitkan.. Terimakasih atas semua nikmat Mu yang tidak bisa aku tuliskan satu persatu disini..
Ridhai langkah ini untuk kebaikan dunia dan akhirat.. ya Allah, hanya Engkau yg maha tahu apa yg paling benar, apa yg terjadi, dan bagaimana sebenarnya.. Semoga batin ini selalu mengucap syukur dan sabar atas semua skenario indah rancangan Mu wahai Allah..
Ku luruskan niat untuk mereka yg harus aku bahagiakan, orang tuaku, keluargaku.. Semoga lelah ini menjadi ibadah, Aamiin
Kelak ketika aku mulai rapuh karena lelahnya hidup, arogan ataupun mulai sombong menikmati hidup semoga tulisan ini bisa mengingatkan ku bahwa dunia ini memang berputar selalu ada kebahagian setelah kesedihan ataupun sebaliknya aamiin...