Atas nama apakah kedekatan yang membungkus hari kita selama ini?
Saat pertama ku takluk pada cintamu, aku percaya :
"Aku menyayangimu sangat”
Cerita rindu dan penantian yang setia ku rajut pada barisan
hari yang tak pernah lepas dari kegelisahan, tak juga menyurutkan jejakku.
Sampai saat ini dan cintaku tak juga mengecup puncak
penyatuan, aku terus saja mengasah segala damba, untukmu…
Ternyata aku salah, hatimu tak juga terjamah.
Sebuah sapa singkat yang kau catat pada embun pagi yang
lembap, membuatku jatuh lunglai tak berdaya. Hatimu satu-satunya, setelah kau
labuhkan pada hati yang lain, bukan aku.
Tak ada tanda yang kau jelmakan. Tak ada sinyal yang kau
gaumkan. Tak ada sepatah katapun terucap di bibirmu.
Hanya sebaris kata dan sejuta luka yang kau sisakan untukku.
Hanya sebaris kata dan sejuta luka yang kau sisakan untukku.
Lalu atas nama apakah kedekatan kita slama ini?
Begitu sederhana kau memulakan, begitu menyakitkan kau
mengakhirkan…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar