Senin, 10 Februari 2014

Pintaku....




Dunia terus bergerak dalam siklus yang tetap 

Hanya saja aku masih berdiam diri diantara nafas yang tersengal

Duka, air mata, kesakitan ini masing bersarang  di relung hati yang paling dalam.

Nalar takan sanggup menembus relung yang terdalam dan bergejolak, hanya Engkau Ya Rabb yang mampu mengetahui apa maunya hati ini…

Maafkan aku Ya Rabb yang telah menyagi mahluk yang belum halal untukku…

Aku meradang sakit hati yang tak terhingga, serasa di tusuk-tusuk beribu jarum, airmmataku berlinang dan berderai, dendang benci tak henti-hentinya menawarkan diri jadi pembela, Tapi aku menolak, kehadiran tamu-tamu tak di undang itu hanya akan menghancurkan kemuliaan perilakuku.

Dalam sujud dan tangisan pilu oleh tidak berdayaan
Aku  seraya memohon “Maha suci Allah yang telah menciptakan mahluk yang teramat indah, maha besar Allah yang telah menganugrahkan perasaan kasihsayang pada hamba… Ya Allah… Ampuni dia yang tidak sengaja menyakitiku, ampuni aku dengan kebodohanku, ampuni aku atas rasa ini Ya Allah…  Dia tak pernah menyakitiku, akulah yang menyayanginya dengan cara yang salah, akulah yang telah menyayanginya dengan kebodohanku, akulah yang terlalu berharap padanya, tak seharusnya aku berharap pada selain Engkau Ya Allah… Maafkan aku atas kebodohan dan ketidak berdayaanku…  Aku pasrah Ya Allah, aku tidak bisa menyegerakan yang masih Engkau rahasiakan, jadikan perasaan sayangku padanya sebagai motivasi untuk aku lebih berbenah diri, jadikan rasa sayang aku padanya sebagai kebaikan dan jauhkan dari kemudzaratan, ikhlaskan aku dalam menerima semua takdirmu Ya Allah …”
Amin…


Tidak ada komentar:

Posting Komentar