Dunia terus bergerak dalam siklus yang tetap
Hanya saja aku masih berdiam diri diantara nafas yang
tersengal
Duka, air mata, kesakitan ini masing bersarang di relung hati yang paling dalam.
Nalar takan sanggup menembus relung yang terdalam dan
bergejolak, hanya Engkau Ya Rabb yang mampu mengetahui apa maunya hati ini…
Maafkan aku Ya Rabb yang telah menyagi mahluk yang belum
halal untukku…
Aku meradang sakit hati yang tak terhingga, serasa di
tusuk-tusuk beribu jarum, airmmataku berlinang dan berderai, dendang benci tak
henti-hentinya menawarkan diri jadi pembela, Tapi aku menolak, kehadiran
tamu-tamu tak di undang itu hanya akan menghancurkan kemuliaan perilakuku.
Dalam sujud dan tangisan pilu oleh tidak berdayaan
Aku seraya memohon “Maha
suci Allah yang telah menciptakan mahluk yang teramat indah, maha besar Allah
yang telah menganugrahkan perasaan kasihsayang pada hamba… Ya Allah… Ampuni dia
yang tidak sengaja menyakitiku, ampuni aku dengan kebodohanku, ampuni aku atas
rasa ini Ya Allah… Dia tak pernah menyakitiku,
akulah yang menyayanginya dengan cara yang salah, akulah yang telah menyayanginya
dengan kebodohanku, akulah yang terlalu berharap padanya, tak seharusnya aku
berharap pada selain Engkau Ya Allah… Maafkan aku atas kebodohan dan ketidak
berdayaanku… Aku pasrah Ya Allah, aku
tidak bisa menyegerakan yang masih Engkau rahasiakan, jadikan perasaan sayangku
padanya sebagai motivasi untuk aku lebih berbenah diri, jadikan rasa sayang aku
padanya sebagai kebaikan dan jauhkan dari kemudzaratan, ikhlaskan aku dalam
menerima semua takdirmu Ya Allah …”
Amin…